Selasa, 28 Desember 2010

Indonesia vs Malaysia

Jelang Indonesia vs Malaysia

"Malaysia Curi Gol, Peluang Indonesia Habis"

Rabu, 29 Desember 2010 - 07:17 wib
Okezone


JAKARTA - Kapten timnas Malaysia Safiq Rahim sangat percaya diri timnya mampu menahan Indonesia pada leg kedua final AFF Suzuki Cup 2010, Rabu (29/12/2010). Meski begitu, dia enggan menyebut timnya bakal tampil bertahan.

Menurut Safiq, timnya bakal tetap tampil dengan gaya permainan khas Malaysia, yakni melakukan counter-attack cepat. Gelandang tim Selangor FA ini juga meyakini, peluang Indonesia untuk mengejar defisit dan merebut gelar juara bakal musnah apabila timnya mampu mencuri satu gol. Jika Malaysia mampu mencetak gol, maka Indonesia minimal harus bisa (mengulang hasil di penyisihan grup) mencetak lima gol untuk menang.

“Kami tidak akan bermain bertahan sepanjang pertandingan. Kami akan berusaha mencetak gol tandang yang pastinya bakal memberatkan tugas mereka,” tutur Safiq sebagaimana dikutip Utusan Online, Rabu (29/12/2010).

“Namun, seandainya gawang kami yang bobol lebih dulu, saya akan memotivasi para rekan setim untuk tidak kehilangan fokus dan motivasi. Kami akan berusaha sekuat tenaga untuk mempertahankan modal yang kami punya,” lanjutnya.

Dalam kesempatan ini, Safiq juga memendam ambisi besar untuk memimpin rekan-rekannya untuk mencetak sejarah dengan merebut gelar juara AFF untuk kali pertama. Lebih spesial, selebrasi dilakukan dikandang lawan, yang notabene sempat mempermalukan skuad Harimau Malaya di babak penyisihan grup (kalah 1-5).

“Bayangan mengangkat trofi AFF semakin berkobar dalam diri kami. Saya sendiri juga sangat berambisi untuk merealisasikannya,” ungkap gelandang 23 tahun tersebut.

“Tetapi, masih ada 90 menit yang harus kami jalani. Saya berharap, semua pemain yang bermain nanti, tampil fokus sepanjang pertandingan dan kuat mental menghadapi tekanan dari pendukung Indonesia,” tutupnya.

Senin, 27 Desember 2010

Hamas Masih Kuat

Pengamat: Hamas Masih Kuat dan Baik-baik, Popularitasnya Nanjak



Gaza – Infopalestina: Para pengamat sepakat bahwa luapan massa besar yang memenuhi lapangan Al-Katibah di tengah kota Gaza menjadi bukti konsistensi Hamas dan dukungan rakyat Palestina terhadap gerakan ini dalam memilih perlawanan, jihad dan konsisten mempertahakan hak bangsanya.
Dalam pembicaraan terpisah dengan Infopalestina para pengamat menegaskan, popularitas Hamas secara riil menanjak dari hari ke hari. Peringatan Hari Jadi Hamas menjadi referendum hakiki bahwa Hamas masih kuat dan mengakar.
Popularitas Menanjak
Pengamat politik Hani Basus menegaskan, luapan massa dalam peringatan Hari Jadi Hamas menunjukkan bahwa ada dukungan besar terhadap gerakan ini yang semakin hari semakin meningkat. Sudah jelas dukungan itu lebih besar dibanding tahun lalu. Secara otomatis simpati dan popularitasnya di kawasan regional dan internasional.
“Organisir aksi dalam Harlah Hamas ini menunjukkan kuatnya mesin gerakan gerakan dan kecerdasan dalam menyikapi peristiwa secara profesional. Aksi itu telah menyampaikan gambaran riil dan penegasan tentang popularitasnya.” Tegas Basyus.
Ia menegaskan bahwa warga Jalur Gaza keluar tumpah ruah mengikuti Harlah itu disamping yang mengikuti dari radio dan TV. Dukungan banyak juga ada di Tepi Barat, namun situasi tidak memungkinkan menggelar acara sebesar ini.
Mobilisasi Terbesar Sepanjang Tahun
Ratusan ribu warga ikut dalam perayaan akbar Harlah Hamas kali ini. Para wartawan yang meliput pun hingga kini belum mampu memperkirakan secara pasti jumlah mereka. Namun PM Palestina Ismail Haniya menegakan, mobilisasi kali ini adalah lebih besar dari tahun lalu.
Pimpinan gerakan Jihad Islami Muhammad Hindi menegaskan, mobilisasi massa yang ikut dalam Harlah Hamas kali ini menegaskan bahwa bangsa Palestina memilih “perlawanan dan jihad” melawan Israel.
Sementara pengamat politik Hasan Abdu menegaskan bahwa mobilisasi massa dalam Harlah Hamas kali ini menjadi bukti kekuatan dan bahwa Hamas baik-baik saja. Massa itu menjadi bahan bakar Hamas dan penegasan pilihan mereka terhadap perlawanan.
Dukungan rakyat kepada Hamas adalah kemenangan rakyat, tegas Abdu.

Jadi Pemimpin Dengan Tarbiyah

Dengan Tarbiyah dan Pengkaderan, Hamas Antarkan Generasi Kemarin Jadi Pemimpin Sekarang



Gaza – Infopalestina: Mereka masih bocah ingusan ketika Hamas lahir tahun 1987. Namun mereka dibesarkan Hamas dan generasi masjid hingga dunia pun harus tercengang dengan karya dan pengaruh mereka.
Bocah ingusan kemarin sore itu kini menjadi pimpinan hari ini yang mengibarkan bendera Hamas dan lantang berbicara fasih mengupas visi dan jati diri Hamas. Merekalah yang terdidik dengan prinsip-prinsip Hamas dari hari ke hari.
Industri Pahlawan
Jubir Hamas di Gaza utara, Adul Lathif Al-Qanu’ yang masih beberapa tahun usianya saat Hamas lahir tahun 1987, adalah salah dari sekian banyak melalui masa kecil dan masa mudanya dalam buaian Hamas dan menyatakan kepribadiannya begitu terpengaruh dengan ideologi gerakannya.
Kepada Infopalestina Qanun mengisyaratkan bahwa sejak kukunya tumbuh, ia selalu akrab dengan masjid dan ikuti dalam Intifadhah. “Takdir Allah menentukan saya dididik oleh Hamas yang mengubah potensi dan kemampuannya saya. Saya sempat bertemu dan dididik oleh pimpinan besar sekaliber Nazzar Rayyan, Rantisi dan Syekh Ahmad Yasin,”
“Saat Intifadhah, saya aktif di kegiatan kemahasiswaan, yang saat itu saya menjadi wakil ketua Dewan Kemahasiswaan. Kini saya perbaruhi baiat saya luar dalam.”
Konsisten Di Tengah Ujian
Qanu’ menguraikan sejumlah tahap penting sejarah Hamas yang cemerlang; dari fase kelahirannya saat Intifadhah Batu, kemdian menghadapi pukulan keras dan sadis yang hampir meluluh-lantakkan Hamas melalui tangan Otoritas “Olso” Palestina, sejumlah pimpinan pernah ditahan oleh otoritas Palestina dan disiksa di penjara sejak tahun 1987 hingga sekarang ini di Tepi Barat.
Namun Hamas bertahan dan mulai mengembalikan kekuatannya sehingga semakin kuat saat lahir Intifadhah Al-Aqsha kemudian memiliki elit pimpinan yang berbeda dengan pimpinan era tahun 1987 dari sisi kemampuan militer. Hamas pun berjalan di atas dua rel yang seimbang; rel prinsip dasar perlawanan dan rel pemerintahan dengan jargon “perubahan dan reformasi”. Hingga akhirnya Hamas memiliki popularitas luas melalui operasi militer dan jihadnya.
Meski diterpa berbagai cobaan berat dan sulit, dalam pemilu legislatif Palestina, Hamas mampu memetik keberhasilan telak dan merebut suara mayoritas di parlemen Palestina dengan platform “perlawanan, perubahan dan reformasi”.
“Hamas tetap dalam prinsipnya melawan penjajah Israel dan tidak akan mengakuinya. Ini tidak akan berubah.” Tegas Qanu’.
Hamas Antara Prinsip Permanen dan Fleksibel
Jubir Hamas di Khan Yunis, Hammad Raqb, yang kepribadiannya juga diasah oleh gerakan Hamas menegaskan bahwa gerakan ini telah mempengaruhinya dari sisi kepribadian dan mengajarkan bagaimana komitmen dengan prinsip permanen dan menanamkan prinsip menjaga harga diri dan kuat sebab kita yakin akan mengembalikan tanah air kami.
Dalam suasana ulang tahunnya ke 23, Raqb menegaskan bahwa Hamas berangkat dari titik tolak kombinasi dari dua hal; hal prinsip permanen dan yang berubah sesuai tuntutan zaman. Prinsip permanen adalah; politik perlawanan dan masalah pengakuan bahwa bangsa Palestina  adalah paling berhak atas tanah airnya serta tidak mengakui Israel. dan Hamas mampu membangun kesakralan ini meski dengan berbagai kesulitan dan tekanan.
Yang berubah adalah bahwa Hamas melompat dari gerakan perlawanan menuju pemilu politik dan akhirnya menjadi pemenang. Hamas juga fleksibel dalam membangun hubungan dengan negara-negara dunia dan Arab. Sehingga Hamas sendiri memiliki delegasi-delegasi ke sejumlah pihak itu.
Lompatan Kualitatif
Raqb menegaskan bahwa lompatan penting Hamas adalah dari organisasi peperangan “mafia” menjadi bibit militer. Sehingga ini mengubah Hamas menjadi gerakan yang memiliki sayap militer yang memiliki keahlian dan terlatih dalam perang.
Hamas juga mampu memberikan pelajaran dalam masalah perundingan bahwa tidak mungkin mengalah dari hak bangsa Palestina dengan demikian mampu memaksa Israel untuk secara pelan-pelan mengakui hak itu.

23 Tahun Harlah Hamas

23 Tahun Hamas; Kaya Pengalaman, Representasi Harapan Umat




Gaza – Infopalestina: Dalam hitungan tahun sejak dibentuk di Palestina, Hamas berhasil menjadi gerakan yang dipertimbangkan di Palestina bahkan menjadi angka sulit. Ia kini disegani kawan maupun lawan. Pengalamannya yang kaya selama dua dekade lebih menjadi bahan perhatian para pakar dalam sejarah bangsa Palestina.
Guru besar media di Universitas Gaza, Eyad Al-Qara menegaskan kepadaInfopalestina, gerakan Hamas selama 23 tahun mampu memberikan model unik dalam hubungan dengan gerakan lain dan mampu mengawinkan antara konsekwensi-konsekwensinya sebagai sebuah faksi dan konsekwensi kepentingan nasional. Hamas juga mampu melepaskan beberapa orientasi khususnya dalam tahap tertentu untuk kepentingan persatuan bangsa Palestina; dimana Hamas pernah menelurkan prakarasa jelas dalam kerja militer melawan Israel bersama.
Ia mengisyaratkan bahwa gerakan Hamas pernah menggelar puluhan aksi dan operasi jihad bersama dengan sejumlah faksi Palestina, terutama dengan Fatah. Padahal Hamas memiliki kemampuan melakukan operasi militer itu sendirian. Hal itu dilakukan Hamas sebagai bentuk membuktikan bahwa gerakan perlawanan Palestina itu satu.
Persimpangan Penting
Menurut Al-Qara, Hamas melalui sejumlah persimpangan dan tahap yang merupakan titik perubahan dalam perjalanan jihadnya yang melebihi faksi perlawanan sepanjang sejarah seperti di Vietnam dan Amerika Selatan.
Ia mengatakan, Hamas melalui empat tahap secara terpisah dalam sejarahnya; tahap I tahun 1996 dan penyelenggaraan konferenensi “Anti Teroris” di Sharm El-Sheikh (Mesir)”, upaya menghabisi Hamas, blokade dan pengusiran di luar Palestina dan tekanan di dalam yang berpengaruh besar dalam strukturnya.
Pengamat ini menambahkan, tahap pemisah ke-II adalah meletusnya Intifadhah Al-Aqsha dimana Hamas mampu mengembalikan strukturnya dan membangun sistemnya melalui operasi dan aksi syahid serta mengomando perlawanan sehingga mampu memberikan pukulan kerugian bagi Israel. Tahap ke-III tahun 2005 dimana Hamas mampu mewujudkan kemenangannya atas Israel dan memaksanya menarik diri dari Jalur Gaza dan sebagian Tepi Barat. Ini terjadi berkat perjuangan dan pengorbanan serta syahidnya sebagian besar pimpinan dan pendirinya. Tahap ke-IV, Hamas memenangkan pemilu legislatif Palestina sebagai bukti kepercayaan bangsa Palestina kepadanya dan popularitas Hamas.
Al-Qara menilai, tahap paling berbahaya bagi sejarah Hamas adalah agresi Israel ke Jalur Gaza yang bertujuan menghabisinya dari akar-akarnya dan meruntuhkan tiang-tiangnya. Namun, Hamas mampu melalui melalui tahap ini dengan tegar dan konsisten dengan prinsip-prinsipnya.
Kaya Pengalaman
Pengamat politik lain, Hasan Abdu menyorot bahwa Hamas melalui lima “stasiun” penting yang tidak mungkin dilalui dalam membaca pengalaman Hamas yang kini menjadi bahan perhatian dunia seluruhnya.
Kepada Infopalestina Abdu menegaskan, tidak diragukan bahwa 14 Desember 1987 yang menjadi saksi kelahiran Hamas adalah titik perubahan sejarah gerakan Islam dan kerja Islam di Palestina, yang kemudian diikuti oleh rentetan perlawanan sepanjang Intifadhah I.
Bersamaan dengan lahirnya Batalion Izzuddin Al-Qassam sebagai sayap militer aktif Hamas awal tahun 90-an, muncul harapan baru bukan saja dalam sejarah gerakan namun dalam sejarah bangsa Palestina. Sebab Hamas mampu menggelar sejumlah operasi militer yang memiliki gaung besar dalam kerja perlawanan di internal Palestina.
Abdu melanjutkan, tahap pasca Olso secara khusus menjadi tahap penting. Sebab Hamas mampu mengarahkan sejumlah “tamparan” bagi pasukan Israel dan melancarkan sejumlah aksi militer kualitatif dan menjadi loncatan Intifadhah menuju tahap baru yang tidak mungkin dilewatkan dalam perjalanan jihad dan perlawanan.
Dalam Intifadhah 2000 Hamas mampu menorehkan cap cemerlang, meski sebelumnya mengalami sejumlah pukulan dari pasukan Israel dan otoritas “Fatah” waktu itu. Bahkan saat itu, banyak yang yakin Hamas sudah habis. Meski memang antara 1996 – 2000 adalah fase paling berat bagi Hamas dimana para tokohnya ditangkapi.
Selama Intifadhah Al-Aqsha pula Hamas mampu melakukan sejumlah lompatan dengan mampu memprodukai sejumlah roket seperti Al-Qassam dan lain-lain yang menggentarkan Israel.
Setelah keberhasilannya dalam kerja sosial, kelembagaan, perlawanan, baru Hamas terjun ke dunia politik yang merupakan buah yang mesti dipetikna karena pengorbanannya selama ini. Hama menang dalam pemilu 2006.
Terjunnya Hamas di dunia politik dipenuhi dengan berbagai perkembangan. Terutama upaya menghabisi dan mengaborsi kemenangan pemilunya serta dipaksa menyerahkan kekuasaan kepada otoritas Fatah. Kondisi berakhir dengan perpecahan Palestina.
Menurutnya, Hamas juga menghadapi blokade dan agresi Israel dalam rangka menggagalkan dan menghabisi Hamas. Semuanya bertujuan menekuk Hamas dan menyeretnya dalam kancah perundingan damai. Namun Hamas mampu melakoninya dengan tegar dan bertahan serta konsisten dengan prinsip.
Sebagian besar pengamat sepakat bahwa gerakan Hamas sudah menjadi fenomena dan mengakar di publik Palestina dan Arab. Gerakan ini berjalan dengan visi jelas, langkah kokoh dalam merealisasikan tujuannya dalam membebaskan Palestina dan menegakkan pemerintahan dan kekuasaan yang berdasarkan agama Islam yang lurus.

Kabar Palestina

Pejuang Perlawanan Tegaskan Kesiapannya Hadapi Agresi Israel
[ 27/12/2010 - 02:16 ]


Gaza-Infopalestina: Sayap militer faksi-faksi perlawanan menegaskan bahwa eskalasi media dan militer Israel terhadap Gaza tidak menambah selain kekuatan dan keteguhan terhadap perlawanan, memerangi dan mengusir tentara Israel serta meraih cita-cita bangsa mendapatkan kemerdekaan, mengembalikan tempat-tempat suci dan membebaskan para tawanan.
Sayap militer dalam konferensi pers yang diselenggarakan pada Senin (27/12) di Gaza, menyatakan, ancaman Israel untuk melakukan agresi baru terhadap Gaza dan eskalasi kejahatan Israel setiap hari membawa pesan kepada faksi perlawanan untuk selalu siap siaga menghadapi agresi dan menebarkan kerugian di barisan musuh.
Sayap militer menyampaikan pesan kepada musuh, “Darah dibalas dengan darah... Pembunuhan dibalas dengan pembunuhan....Pemusnahan dibalas dengan pemusnaha.” Mereka menyeru rakyat Palestina di Tepi Barat dan Gaza untuk melipatgandakan kesabaran dan keteguhan seraya menyatakan, “Fajar kemenangan akan tiba tidak ada yang bisa menghalangi, Perlawanan berjanji akan terus dikobarkan sampai meraih kemenangan dan kemerdekaan dengan ijin Allah.”
Sayap militer menambahkan bahwa pengusiran politik merupakan metode penjajah. Mereka yang melakukan metode tersebut akan kami hadapi sebagaimana kami menghadapi penjajah. Pernyataan ini sebagai isyarat terhadap ancaman milisi Abbas untuk mengusir tokoh dan pimpinan perlawanan di Tepi Barat ke pengasingan.
Menurut sayap militer, setiap orang yang melakukan penawanan politik di Tepi Barat telah keluar dari barisan nasional dan akan diburu secara individu.
Sayap militer menuduh pimpian Fatah dan aparat keamanan di Tepi Barat bertanggung jawab terhadap keselamatan para tawanan dan warga sipil Palestina, dan sejarah tidak akan berbelas kasih terhadap seorangpun dari mereka.
Konferensi pers diikuti oleh Brigade Anshar, Brigade Nasir Shalahuddin, Pasukan Halilintar, Brigade Syahid Jihad Jibril dan Brigade Jihad Rakyat Palestina.

info palestina

Otoritas Tangkap Ratusan Pengikut Dahlan Untuk Didevortasi ke Gaza
[ 28/12/2010 - 12:17 ]


Khusus – Infopalestina: Sejumlah sumber yang berhasil di lansir infopalestina menegaskan, otoritas Abbas di Ramallah melancarkan aksi penangkapan besar-besaran selama dua bulan terakhir terhadap pengikut Dahlan di Tepi Barat.
Kebanyakan mereka yang melarikan diri dari Gaza, menyusul kekacauan keamanan yang melibatkan sejumlah komandan keamanan, pimpinan Muhammad Dahlan. Mereka ditangkap pasukan milisi Abbas dalam dua bulan terakhir bersamaan dengan semakin memanasnya percekcokan antara Abbas dan Dahlan yang menjadikan gerakan Fatah terbelah jadi dua kubu.
Aparat intelijen yang berada di bawah Mahmud Abbas mengungkap adanya rencana kudeta terhadap kepemimpinan Mahmud Abbas, menjelang peringatan wafatnya mendiang Yasir Arafat pada 11 Nopember mendatang. Seluruh aparat yang dicurigasi sebagai pengikut Dahlan dilarang merayakan peringatan wafatnya Arafat. Mereka juga dilarang masuk Ramallah, khawatir membawa para pengikut loyalitas.
Pemeriksaan dilakukan terhadap seluruh pengikut Dahlan hingga terungkapnya rencana kudeta. Akibatnya ratusan orang yang disinyalir sebagai pengikut Dahlan ditangkap, baik yang berasal dari para pegawai sipil ataupun militer.
Sejumlah sumber menyebutkan semua pengikut Dahlan yang berasal dari Gaza akan kembali dipulangkan ke Gaza. Kondisi ini memaksa sejumlah tawanan di dua kota Ramallah dan Nablus menuliskan surat “petisi” minta Abbas menganulir keputusannya untuk mendevortasi mereka ke Gaza.
Permintaan Dahlan Untuk Bertemu Dengan Misy’al
Sejumlah sumber dekat gerakan Fatah menyebutkan pada Infoplaestina sebagaimana dilansir sejumlah media sebelumnya, tentang permintaan pemimpin kudeta, Muhamad Dahlan yang meminta bertemu dengan ketua biro politik, Kholid Misyal. Permintaan ini ia sampaikan melalui mediator Arab, Saiful Islam yang merupakan putra dari pemimpin Libya, saat Misy’al berkunjung ke negeri itu, beberapa waktu yang lalu. Namun permintaan ini ditolak mentah-mentah oleh Misy’al. Ia juga menolak seluruh mediasi Arab yang memfasilitasi Dahlan untuk bertemu dengan Misy’al atau dengan sejumlah pemimpin Hamas lainya.
Keinginan Dahlan ini disinyalir sebagai upaya darinya untuk membuktikan pada lain, bahwa ia mampu berhubungan dengan semua kekuatan Palestina termasuk di dalamnya Hamas. Sebagaimana disebutkan infopalestina sebelumnya, Dahlan pernah mengirim surat kepada Amerika yang menawarkan dirinya sebagai pengganti dari Abbas dan koleganya di otoritas Fatah.
Pertentangan Terbaru
Beberapa sumber menyebutkan tentang kebenaran isu mengenai keretakan hubungan antara Abbas dan Dahlan. Setidaknya ada empat masalah yang menjadi inti perselisihan antara kedua pemimpin Fatah ini. Pertama, susunan pengurus satuan “Death Squad” yang terdiri dari 60 personel pengikut Dahlan. Mereka dilatih dan dipersiapkan untuk membantu dan menakut-nakuti siapapun yang menentang Fatah dan komisi pusat secara khusus.
Kedua, terkait dengan pengajuan dirinya sebagai pengganti utama Mahmud Abbas, melalui suratnya kepada Amerika, Eropa dan Zionis. Berulang-ulang ia menyebutkan di depan para pengikutnya, bahwa Abbas telah lemah, tak mampu memenej lagi. Ia tidak bisa menciptakan perdamaian. Ia juga telah kehilangan legitimasinya. Sedang Dahlan mampu membina hubungan dengan semua elemen Palestina termasuk Hamas.
ketiga, tudingan Dahlan pada Abbas dan anak-anaknya dalam beberapa kesempatan bahwa Mahmud Abbas adalah pemimpin “kebetulan”. Ia bukanlah seorang pemimpin. Ia juga tidak mungkin jadi seorang pemimpin, ungkapnya dalam pertemuanya dengan sejumlah pemimpin Fatah di Jenin. Dahlan menyebutkan, yang menjadi konsentrasi Abbas dan anak-anaknya adalah proyek dan investasi.
Adapun sebab keempat adalah, ancaman Dahlan terhadap sejumlah pemimpin Fatah. Melalui dokumen dan kaset video Dahlan memeras mereka.
Ringkasnya, Dahlan sedang berupaya mempengaruhi para peimimpin Fatah untuk membentuk kekuatan baru dalam menghadapi Mahmud Abbas.

Minggu, 26 Desember 2010

Konser Nasyid

Hadirilah Konser Nasyid Kemanusiaan dalam Rangka Milad HPA dan Milad Intifadhah Palestina

Ahad 16 Januari 2011
Pukul 13.00 - 15.30 WIB
Tempat : KELAPA GADING SPORT MALL
HTM : Rp. 30.000,-

di meriahkan oleh Team Nasyid :
Izzatul Islam
Opick
Shoutul Harokah
Justice Voice
Edcoustic
Ebith Beat A
Drum Light


Tausiyah :
Tn. H. Ismail Bin H. Ahmad (Dubes Palestina)
Dr. Hidayat Nur Wahid. MA
Dr. Muqoddam Cholil. MA

DI TUNGGU PASTISIPASI IKHWAN DAN AKHWAT SEMUA

Rabu, 22 Desember 2010

Untuk Sahabat Muslum Setia (SMS) pendengar setia radio dakwah (erdamah) 107.7fm silahkan bergabung dengan kami di facebook kami di http://www.facebook.com/home.php#!/profile.php?id=100001657294741
atau gabung di Grup SMS CLUB  
http://www.facebook.com/home.php#!/home.php?sk=group_165348340169113
anda akan mendapatkan info terbaru tentang kegiatan-kegiatan yang yang akan di adakan di radio erdamah

Selasa, 21 Desember 2010

SWITER CAMP 1

SWITER CAMP 1

inilah dia si jali - jali...ehh salah..
inilah dia event yang di adakan radio dakwah al ummah yaituSWITER CAMP yang pertama, alias Study Wisata Erdamah Camp (Campnya artiin sendiri ya....hee)...

SWITER CAMP diselenggarakan guna menambah erat ukhuwah islamiyah antara penyiar dan pendengar, dan pendengar dengan pendengar lainnya. acara ini dilaksanakan di Sukabumi tepatnya di Villa Pesanggrahan Tanggal 27 - 28 Desember 2008, jumlah pesertanya kurang lebih 70 peserta (kalau kurang ditambahin kalau lebih jangan dikurangin biar banyak....heee). acara full outbound ada juga sih materinya. walau agak sedikit rintik-rintik hujan tapi peserta sangat antusias.....mencari tempat berteduh....ups.. antusias mendengarkan materi.
Rata Penuh
acara yang diadakan 2 hari 1 malam ini benar-benar meningkatkan ukhuwah antara sesama manusia tidak memandang Ustad, Peserta atau Panitia semua membaur jadi satu...bahkan para Ustad juga jadi Peserta yang di wajibkan ikut mentoring... kebayang deh...gimana groginya para mentor menghadapi binaannya seorang Ustad...tapi itu sebagai pelatihan diri untuk saling berbagi ilmu. yang sudah banyak memberikan kepada yang sedikit yang sedikit bisa menambah ilmu.

wah..poko'e acara SWITER CAMP yang pertama ini sangat berkesan, dan meninggalkan kenangan yang tidak dapat dilupakan....Insya Alloh erdamah akan mengadakan SWITER CAMP yang ke-2 jadi tungguin aja tanggal tayangnya...and stay tune terus di 107.7 erdamah FM Jalin Ukhuwah Cerdaskan Ummat.