23 Tahun Hamas; Kaya Pengalaman, Representasi Harapan Umat |
![]() |
Gaza – Infopalestina: Dalam hitungan tahun sejak dibentuk di Palestina, Hamas berhasil menjadi gerakan yang dipertimbangkan di Palestina bahkan menjadi angka sulit. Ia kini disegani kawan maupun lawan. Pengalamannya yang kaya selama dua dekade lebih menjadi bahan perhatian para pakar dalam sejarah bangsa Palestina. Guru besar media di Universitas Gaza, Eyad Al-Qara menegaskan kepadaInfopalestina, gerakan Hamas selama 23 tahun mampu memberikan model unik dalam hubungan dengan gerakan lain dan mampu mengawinkan antara konsekwensi-konsekwensinya sebagai sebuah faksi dan konsekwensi kepentingan nasional. Hamas juga mampu melepaskan beberapa orientasi khususnya dalam tahap tertentu untuk kepentingan persatuan bangsa Palestina; dimana Hamas pernah menelurkan prakarasa jelas dalam kerja militer melawan Israel bersama. Ia mengisyaratkan bahwa gerakan Hamas pernah menggelar puluhan aksi dan operasi jihad bersama dengan sejumlah faksi Palestina, terutama dengan Fatah. Padahal Hamas memiliki kemampuan melakukan operasi militer itu sendirian. Hal itu dilakukan Hamas sebagai bentuk membuktikan bahwa gerakan perlawanan Palestina itu satu. Persimpangan Penting Menurut Al-Qara, Hamas melalui sejumlah persimpangan dan tahap yang merupakan titik perubahan dalam perjalanan jihadnya yang melebihi faksi perlawanan sepanjang sejarah seperti di Vietnam dan Amerika Selatan. Ia mengatakan, Hamas melalui empat tahap secara terpisah dalam sejarahnya; tahap I tahun 1996 dan penyelenggaraan konferenensi “Anti Teroris” di Sharm El-Sheikh (Mesir)”, upaya menghabisi Hamas, blokade dan pengusiran di luar Palestina dan tekanan di dalam yang berpengaruh besar dalam strukturnya. Pengamat ini menambahkan, tahap pemisah ke-II adalah meletusnya Intifadhah Al-Aqsha dimana Hamas mampu mengembalikan strukturnya dan membangun sistemnya melalui operasi dan aksi syahid serta mengomando perlawanan sehingga mampu memberikan pukulan kerugian bagi Israel. Tahap ke-III tahun 2005 dimana Hamas mampu mewujudkan kemenangannya atas Israel dan memaksanya menarik diri dari Jalur Gaza dan sebagian Tepi Barat. Ini terjadi berkat perjuangan dan pengorbanan serta syahidnya sebagian besar pimpinan dan pendirinya. Tahap ke-IV, Hamas memenangkan pemilu legislatif Palestina sebagai bukti kepercayaan bangsa Palestina kepadanya dan popularitas Hamas. Al-Qara menilai, tahap paling berbahaya bagi sejarah Hamas adalah agresi Israel ke Jalur Gaza yang bertujuan menghabisinya dari akar-akarnya dan meruntuhkan tiang-tiangnya. Namun, Hamas mampu melalui melalui tahap ini dengan tegar dan konsisten dengan prinsip-prinsipnya. Kaya Pengalaman Pengamat politik lain, Hasan Abdu menyorot bahwa Hamas melalui lima “stasiun” penting yang tidak mungkin dilalui dalam membaca pengalaman Hamas yang kini menjadi bahan perhatian dunia seluruhnya. Kepada Infopalestina Abdu menegaskan, tidak diragukan bahwa 14 Desember 1987 yang menjadi saksi kelahiran Hamas adalah titik perubahan sejarah gerakan Islam dan kerja Islam di Palestina, yang kemudian diikuti oleh rentetan perlawanan sepanjang Intifadhah I. Bersamaan dengan lahirnya Batalion Izzuddin Al-Qassam sebagai sayap militer aktif Hamas awal tahun 90-an, muncul harapan baru bukan saja dalam sejarah gerakan namun dalam sejarah bangsa Palestina. Sebab Hamas mampu menggelar sejumlah operasi militer yang memiliki gaung besar dalam kerja perlawanan di internal Palestina. Abdu melanjutkan, tahap pasca Olso secara khusus menjadi tahap penting. Sebab Hamas mampu mengarahkan sejumlah “tamparan” bagi pasukan Israel dan melancarkan sejumlah aksi militer kualitatif dan menjadi loncatan Intifadhah menuju tahap baru yang tidak mungkin dilewatkan dalam perjalanan jihad dan perlawanan. Dalam Intifadhah 2000 Hamas mampu menorehkan cap cemerlang, meski sebelumnya mengalami sejumlah pukulan dari pasukan Israel dan otoritas “Fatah” waktu itu. Bahkan saat itu, banyak yang yakin Hamas sudah habis. Meski memang antara 1996 – 2000 adalah fase paling berat bagi Hamas dimana para tokohnya ditangkapi. Selama Intifadhah Al-Aqsha pula Hamas mampu melakukan sejumlah lompatan dengan mampu memprodukai sejumlah roket seperti Al-Qassam dan lain-lain yang menggentarkan Israel. Setelah keberhasilannya dalam kerja sosial, kelembagaan, perlawanan, baru Hamas terjun ke dunia politik yang merupakan buah yang mesti dipetikna karena pengorbanannya selama ini. Hama menang dalam pemilu 2006. Terjunnya Hamas di dunia politik dipenuhi dengan berbagai perkembangan. Terutama upaya menghabisi dan mengaborsi kemenangan pemilunya serta dipaksa menyerahkan kekuasaan kepada otoritas Fatah. Kondisi berakhir dengan perpecahan Palestina. Menurutnya, Hamas juga menghadapi blokade dan agresi Israel dalam rangka menggagalkan dan menghabisi Hamas. Semuanya bertujuan menekuk Hamas dan menyeretnya dalam kancah perundingan damai. Namun Hamas mampu melakoninya dengan tegar dan bertahan serta konsisten dengan prinsip. Sebagian besar pengamat sepakat bahwa gerakan Hamas sudah menjadi fenomena dan mengakar di publik Palestina dan Arab. Gerakan ini berjalan dengan visi jelas, langkah kokoh dalam merealisasikan tujuannya dalam membebaskan Palestina dan menegakkan pemerintahan dan kekuasaan yang berdasarkan agama Islam yang lurus. |

Tidak ada komentar:
Posting Komentar