Senin, 27 Desember 2010

info palestina

Otoritas Tangkap Ratusan Pengikut Dahlan Untuk Didevortasi ke Gaza
[ 28/12/2010 - 12:17 ]


Khusus – Infopalestina: Sejumlah sumber yang berhasil di lansir infopalestina menegaskan, otoritas Abbas di Ramallah melancarkan aksi penangkapan besar-besaran selama dua bulan terakhir terhadap pengikut Dahlan di Tepi Barat.
Kebanyakan mereka yang melarikan diri dari Gaza, menyusul kekacauan keamanan yang melibatkan sejumlah komandan keamanan, pimpinan Muhammad Dahlan. Mereka ditangkap pasukan milisi Abbas dalam dua bulan terakhir bersamaan dengan semakin memanasnya percekcokan antara Abbas dan Dahlan yang menjadikan gerakan Fatah terbelah jadi dua kubu.
Aparat intelijen yang berada di bawah Mahmud Abbas mengungkap adanya rencana kudeta terhadap kepemimpinan Mahmud Abbas, menjelang peringatan wafatnya mendiang Yasir Arafat pada 11 Nopember mendatang. Seluruh aparat yang dicurigasi sebagai pengikut Dahlan dilarang merayakan peringatan wafatnya Arafat. Mereka juga dilarang masuk Ramallah, khawatir membawa para pengikut loyalitas.
Pemeriksaan dilakukan terhadap seluruh pengikut Dahlan hingga terungkapnya rencana kudeta. Akibatnya ratusan orang yang disinyalir sebagai pengikut Dahlan ditangkap, baik yang berasal dari para pegawai sipil ataupun militer.
Sejumlah sumber menyebutkan semua pengikut Dahlan yang berasal dari Gaza akan kembali dipulangkan ke Gaza. Kondisi ini memaksa sejumlah tawanan di dua kota Ramallah dan Nablus menuliskan surat “petisi” minta Abbas menganulir keputusannya untuk mendevortasi mereka ke Gaza.
Permintaan Dahlan Untuk Bertemu Dengan Misy’al
Sejumlah sumber dekat gerakan Fatah menyebutkan pada Infoplaestina sebagaimana dilansir sejumlah media sebelumnya, tentang permintaan pemimpin kudeta, Muhamad Dahlan yang meminta bertemu dengan ketua biro politik, Kholid Misyal. Permintaan ini ia sampaikan melalui mediator Arab, Saiful Islam yang merupakan putra dari pemimpin Libya, saat Misy’al berkunjung ke negeri itu, beberapa waktu yang lalu. Namun permintaan ini ditolak mentah-mentah oleh Misy’al. Ia juga menolak seluruh mediasi Arab yang memfasilitasi Dahlan untuk bertemu dengan Misy’al atau dengan sejumlah pemimpin Hamas lainya.
Keinginan Dahlan ini disinyalir sebagai upaya darinya untuk membuktikan pada lain, bahwa ia mampu berhubungan dengan semua kekuatan Palestina termasuk di dalamnya Hamas. Sebagaimana disebutkan infopalestina sebelumnya, Dahlan pernah mengirim surat kepada Amerika yang menawarkan dirinya sebagai pengganti dari Abbas dan koleganya di otoritas Fatah.
Pertentangan Terbaru
Beberapa sumber menyebutkan tentang kebenaran isu mengenai keretakan hubungan antara Abbas dan Dahlan. Setidaknya ada empat masalah yang menjadi inti perselisihan antara kedua pemimpin Fatah ini. Pertama, susunan pengurus satuan “Death Squad” yang terdiri dari 60 personel pengikut Dahlan. Mereka dilatih dan dipersiapkan untuk membantu dan menakut-nakuti siapapun yang menentang Fatah dan komisi pusat secara khusus.
Kedua, terkait dengan pengajuan dirinya sebagai pengganti utama Mahmud Abbas, melalui suratnya kepada Amerika, Eropa dan Zionis. Berulang-ulang ia menyebutkan di depan para pengikutnya, bahwa Abbas telah lemah, tak mampu memenej lagi. Ia tidak bisa menciptakan perdamaian. Ia juga telah kehilangan legitimasinya. Sedang Dahlan mampu membina hubungan dengan semua elemen Palestina termasuk Hamas.
ketiga, tudingan Dahlan pada Abbas dan anak-anaknya dalam beberapa kesempatan bahwa Mahmud Abbas adalah pemimpin “kebetulan”. Ia bukanlah seorang pemimpin. Ia juga tidak mungkin jadi seorang pemimpin, ungkapnya dalam pertemuanya dengan sejumlah pemimpin Fatah di Jenin. Dahlan menyebutkan, yang menjadi konsentrasi Abbas dan anak-anaknya adalah proyek dan investasi.
Adapun sebab keempat adalah, ancaman Dahlan terhadap sejumlah pemimpin Fatah. Melalui dokumen dan kaset video Dahlan memeras mereka.
Ringkasnya, Dahlan sedang berupaya mempengaruhi para peimimpin Fatah untuk membentuk kekuatan baru dalam menghadapi Mahmud Abbas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar